Loading Now

”Tikus” mengancam keuangan Indonesia

Pendahuluan:

Keuangan Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif dengan pertumbuhan triwulan II-2025 sebesar 5,12% dan stabilitas APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang kuat. Meskipun ada tantangan seperti perlambatan ekspor global, pemerintah berupaya meningkatkan likuiditas perbankan melalui penyaluran dana Rp200 triliun dan menjaga ekosistem ekonomi. 

Keuangan modern berawal dari sistem barter yang menggunakan barang seperti ternak dan kerang sebagai alat tukar sekitar 9.000 SM. Perkembangan berlanjut dengan Tiongkok kuno yang menemukan uang kertas pertama sekitar abad ke-1 Masehi, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, sejarah keuangan mencatat munculnya uang pertama kali saat pendudukan Belanda dengan De Javasche Bank, lalu berlanjut dengan penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tahun 1946 sebagai cikal bakal mata uang Rupiah. 

Faktor-Faktor yang memengaruhi keuangan Indonesia:

1. Faktor seperti kenaikan upah minimum dan bantuan sosial dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

2. Investasi: Realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), merupakan pendorong penting pertumbuhan. Faktor yang menentukan tingkat investasi antara lain ekspektasi keuntungan, suku bunga, dan kondisi ekonomi di masa depan.

3.Belanja Modal: Pengeluaran untuk investasi aset tetap pemerintah daerah.

image-18 ''Tikus'' mengancam keuangan Indonesia

Isi:

Selain ketiga faktor diatas ada 1 penyebab yang menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi negara

salah satunya korupsi, korupsi sangat merugikan bagi keuangan negara dan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia

  1. Korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dan menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 3 November 2025. Kasus ini terkait dugaan pemerasan anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP dengan istilah “jatah preman” yang mencapai miliaran rupiah.

2. Kasus Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) KPK sedang mengusut dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit di LPEI, yang melibatkan kerugian negara hingga triliunan rupiah. Kasus ini termasuk dalam prioritas penanganan KPK di tahun 2025.

Di akhir tahun 2025 ada bencana yang diakibatkan oleh keserakahan oknum pemerintah seperti:

image-1-1024x682 ''Tikus'' mengancam keuangan Indonesia

1 Banjir yang terjadi di Aceh, Sumatra dan sekitarnya menyisakan lumpur dan kayu yang terbawa oleh banjir

image-1024x683 ''Tikus'' mengancam keuangan Indonesia

2 Alih fungsi lahan: Tanah yang dulunya ditumbuhi pohon-pohon yang rindang telah dialihfunsikan menjadi perkebunan sawit, lah sawit kan juga pohon kenapa bisa menimbulkan bencana? Ya emang bener sawit pohon tetapi akarnya tidak bisa menopang tanah karena akarnya serabut

image-2-1024x683 ''Tikus'' mengancam keuangan Indonesia

3 Pertambangan besar-besaran: Pertambangan juga berdampak pada linkungan seperti pencemaran air, tanah, udara, dan masih banyak lagi

Game Theo town sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintah

Kalian pasti tau tentang game Theo town yg sedang booming dan dimainkan oleh beberapa orang. Tujuan dari game ini adalah mengembangkan, mengelola, dan membangun kota virtual menjadi kota metropolitan. Tapi ada beberapa pemain yg bermain dengan aturan nya sendiri.

Game Theo town menjadi contoh konkret dimana kota yg maju memiliki pemerintah yang baik

Kesimpulan:

Dari artikel ini kita dapat menyimpulkan bahwa keuangan Indonesia memiliki beberapa ancaman seperti korupsi dan masalah keuangan lainnya,seperti kebijakan yang tidak hanya berdampak pada keuangan tetapi juga berdampak pada alam. Banjir di Aceh menjadi bukti bahwa bencana tidak selalu

berasal dari alam tetapi dari keserakahan manusia.

Bagikan

Post Comment