Loading Now

Kitab Yunus

Table of Contents

Kisah Yunus merupakan pemberontakan seorang nabi, yaitu Yunus yang membenci Allah karena mengasihi musuh musuhnya. Kitab Yunus ini unik diantara kitab nabi yang biasanya firman Allah diinjilkan dari pada nabi tetapi kitab yunus tidak berfokus pada ucapan nabi tetapi kisahnya sendiri. Yunus dianggap kocak karena perbandingan antara keegoisan Yunus dengan kerendahan hati, bahkan pertobatan orang kafir. jadi nabi yunus ini memberontak dan membenci Allahnya sendiri dibandingkan dengan pelaut pelaut kafir yang biasanya tidak bermoral, malahan memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap sesama dan berpaling kepada Allah dalam kerendahan hati.

Inilah kisah Yunus, Tuhan memerintahkan Yunus untuk memberi peringatan orang orang di kota Niniwe bahwa kotanya akan dihancurkan jika orang di Niniwe tidak bertobat Yunus 1:1-2. Namun karena niniwe merupakan musuh bagi Israel, Yunus tidak ingin pergi dan ia malah pergi menaiki kapal yang arahnya berlawanan dengan Niniwe, dan pergi ke Tarsis Yunus 1:3. Tuhan mengirimkan Angin ribut ke laut dan terjadi badai besar dan kapal itu hampir hancur. Awak beserta orang yang ada di dalam kapal tersebut menjadi takut, mereka sudah membuang segalanya ke dalam laut. Yunus ternyata berbaring di dalam ruang kapal paling bawah itu, . Mereka pun membuang undi dan mereka mendapatkan bahwa Yunuslah penyebabnya.Yunus pun dibangunkan dan diminta penjelasan tetapi, yunus hanya mengucapkan omong kosong tentang agama, dia bilang “yah! Aku seotang ibrani dan aku menyembah Tuhan, Allah yang menjadikan daratan dan lautan” apakah Yunus sebodoh itu untuk melarikan diri menggunakan kapal di atas laut yang Allah jadikan itu?. Yunus pun meminta untuk dirinya dicampakan ke laut, kelihatannya mulia tetapi, ini perbuatan Yunus yang paling egois. Jadi Yunus membuat pelaut yang tidak bersalah ini bertanggung jawab atas kematiannya dengan cara memaksa mereka agar membunuh dia.Mereka pun merasa enggan dan malahan bertobat pada Allah selagi mereka melemparkan Yunus ke laut, dan bersungguh sungguh kepada Allah. Tetapi Allah menghalangi rencana si Yunus itu, dengan menenggelamkan Yunus dan mengirimkan seekor ikan besar yang melahap si Yunus.

Selagi di perut ikan, dia berdoa kepada Allah tetapi tidak menyatakan penyesalannya itu meskipun begitu, ia tetap bersyukur kepada Allah dan semenjak dari situ, ia berjanji kepada Allah bahwa ia akan mentaati-Nya apapun yang terjadi, paus itu pun memuntahkan Yunus ke daratan dan Allah pun memerintahkannya kembali untuk ke Niniwe, Yunus mentaati-Nya dan berjalan selama satu hari ke niniwe dan dia bersaksi, “Empat puluh hari lagi, maka Ninjwe akan ditunggalkan!”. Dalam bahasa Ibrani, kalimat ini terdiri dari lima kata, kotbahnya sangat singkat, Yunus tidak menyebutkan dosa dosa orang Niniwe itu dan tidak dijelaskan cara untuk memperbaikinya. Yunus tidak melakukan apa pun disana apa pun motivasinya,, rencananya tidak akan berhasil. Raja niniwe termasuk warganya yang menyembah berhala itu bertobat dan berduka dan duduk di atas abu untuk ke dua kalinya orang orang jahat ini menunjukan betapa tanggapnya mereka dari pada si Yunus.

Akhirnya Allah mengampuni seluruh dari kota itu dan tidak jadi menghancurkannya. Niniwe memang di jungkirbalikan yaitu ketika musuh Yunus ini bertobat dan menemukan belaskasihan Allah. Yunus sangat marah lalu ia mengucapkan doanya yang kedua, pertama alasan mengapa ia melarikan diri dari niniwe, bukan karena ia takut tetapi karena dia tau bahwa Allah mahapengasih dan penyayang. Yunus sebenarnya mengutip kepada Allah tentang gambarannya pada kitab keluaran lalu, dia melontarkannya kembali kepada Allah sebagai suatu penghinaan ia tahu bahwa Allah itu penuh dengan belas kasihan dan Allah juga akan mengampuni orang orang Niniwe. Dia menyudahi percakapan itu dan meminta agar nyawanya dicabut karena ia tidak ingin hidup dengan musuh musuhnya itu yunus beruntung karena Allah tidak menurutinya.Allah hanya bertanya apakah Yunus layak marah. Yunus pun pergi ke berkemah ke luar kota dan menunggu apa yang akan terjadi dengan kota itu
Bisa jadi orang niniwe bertobat tetapi tetap di hukum Allah itu yang dipikirkan oleh Yunus, namun Allah menumbuhkan pohon jarak untuk melindungi Yunus dari matahari tetapi kemudian Allah mengirimkan ulat untuk menggerogoti tanaman itu, dan membuat Yunus kehilangan tempat berteduhnya. Yunus pun meminta lagi agar nyawanya dicabut, namun Allah bertanya hal yang sama kepada yunus seperti sebelumnya, “aku layak marah sampai mati!” Itu yang dikatakan Yunus dan itulah kata kata terakhirnya. Sedangkan kata kata terakhir Allah menjadi penutup dari kisah ini. Allah berkata bahwa peristiwa pohon jarak ini merupakan upaya untuk dapat menyadarkan Yunus, Yunus menjadi emosioanal hanya karena phon jarak yang dia nikmati lalu Allah bertanya pada Yunus, “Bukankah Manusia lebih berharga daripada pohon jarak. Termasuk kota Niniwe yang dipenuhi oleh banyak orang sesat dan jahat termasuk lembuh mereka. Itulah akhir dari kitab Yunus.

Bagikan

2 comments

comments user
Morrison Lewis Efendy

Halelluya puji tuhan

comments user
Glyen Gabriel Sanger

Bagus sekali!!

Post Comment