Loading Now

Sejarah Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan salah satu kota terbesar di Indonesia. Letak Jakarta di Estuari Sungai Ciliwung di bagian barat Laut Jawa, Jakarta sudah lama di tempati oleh permukiman warga. Bukti sejarah dari Jakarta berasal dari abad ke-4 M, saat masih menjadi permukiman dan pelabuhan Hindu. Jakarta telah diklaim oleh Kerjaan Sunda Hindu, Kesultanan Banten Muslim, dan oleh pemerintah Belanda, Jepang, dan Indonesia,. Hindia Belanda membangun kota Jakarta sebelum direbut kekaisaran Jepang saat perang dunia ke-2 dan akhirnya merdeka menjadi bagian dari Indonesia.

Slide5-1024x576 Sejarah Jakarta

Jakarta dikenal sebagai beberapa nama, yaitu Sunda Kalapa (Periode Kerajaan Sunda) dan Jayakarta (Periode Kesultanan Banten), Batavia, Djakarta Tokubetsu Shi, DKI Jakarta.

Sunda Kalapa

Sunda Kalapa : Sunda Kalapa dikuasai oleh Kerajaan Hindu Pajajaran sejak 1950-1980. Pada masa itu Sunda Kalapa menjadi pusat perdagangan dan kota sibuk sampai memikat bangsa Portugis di Malaka. Portugis masuk ke Sunda Kalapa di tahun 1552. Niat para bangsa Portugis itu untuk meminta izin membangun benteng dekat muara Sungai Ciliwung. Rencana pembangunan benteng tersebut kemudian berhasil mendapat restu. Namun ketika bangsa Portugis kembali lagi pada 1557, Sunda Kelapa sudah beralih kekuasaan ke Pangeran Fatahillah

Jayakarta

Jayakarta : Saat perpindahan penguasaan dari Sunda Kalapa Ke Fatahillah, ternyata memicu perselisihan di antara keduanya. Namun, Fatahillah yang menang akhirnya Sunda Kalapa diganti menjadi Jayakarta. Jayakarta menjadi pusat perdagangan bagi para pedagang Eropa, Belanda, Portugis, dan Inggris, karena perdagangan Jayakarta berkembang pesat. Bangsa Eropa, Belanda, Portugis, dan Inggris banyak membuat kantor pusat dagang di Jayakarta. Jayakarta juga menjadi tempat berkumpulnya kapal-kapal dari berbagai negara untuk pertukaran komoditas (Barang dagangan).

Batavia

Batavia : Pada tahun 1619, Jayakarta mulai dijadikan pusat kekuasaan bangsa Belanda di Indonesia. Hal ini bermula ketika Belanda memindahkan kantor serikat dagang VOC ke Jayakarta. Selama dikuasai Belanda dan pemimpin Jan Pieterszoon Coen, Jayakarta di revisi menjadi Batavia. Belanda juga membuat rancangan tata kota Batavia menyerupai kota-kota yang ada di negaranya dengan ciri berbentuk blok dan dipisahkan dengan kanal. Pembuatan kanal-kanal di tengah kota ketika itu banyak dikritik karena dinilai kotor dan menjadi sumber penyakit, bahkan sempat dijuluki cemetery orang Eropa. Masa kekuasaan Belanda di wilayah Batavia ini cukup lama sekitar tiga abad dari 1619 sampai 1942.

Slide3 Sejarah Jakarta

Djakarta Tokubetsu Shi

Djakarta Tokubetsu Shi : Pada 1942 Belanda takluk di tangan Jepang yang berhasil mengambil alih kekuasaan dan kembali mengusulkan nama baru. Dari Batavia tercetus nama baru yaitu Djakarta Tokubetsu Shi yang berasal dari bahasa Jepang dengan arti ‘Jauhkan Perbedaan’. Di samping itu kondisi Batavia memang dikenal sebagai kawasan yang berisi percampuran dari berbagai bangsa. Nama Djakarta Tokubetsu Shi kemudian disahkan saat peringatan Hari Perang Asia Timur Raya pada 8 Desember 1942. Namun, masa kekuasaan Jepang tidak berlangsung lama karena pada 1945 mereka menyerah pada sekutu.

Slide2-1024x576 Sejarah Jakarta

DKI Jakarta

DKI Jakarta : 17 Agustus 1945 Indonesia mulai mendeklarasikan kemerdekaan negaranya, sehingga berganti nama menjadi ibu kota Republik Indonesia. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu selaku Menteri Penerangan Republik Indonesia Serikat mengatakan, sejak 30 Desember 1949 dinyatakan sudah tidak ada lagi sebutan Batavia.Ibu kota Republik Indonesia ini pun mendapat sebutan baru yaitu Jakarta, bahkan bukan lagi Djakarta.Jakarta pada akhirnya dikukuhkan pada 22 Juni 1956 dan dipimpin oleh Gubernur pertamanya yaitu Soemarno Sosroatmodjo. 22 Juni akhirnya disahkan sebagai hari ulang tahun Jakarta. Selain itu, monumen Fatahillah menjadi pertanda bahwa masa itu ia berhasil mengusir bangsa Portugis dari Sunda Kelapa.Itulah sejarah singkat Kota Jakarta dari masa ke masa yang saat ini masih menjadi ibu kota Indonesia.

Slide1 Sejarah Jakarta

Refrensi :

Penulis: Jesica Esterindra Nagara

Bagikan

3 comments

comments user
Ruth Katerina

Keren sekali sangat menambah wawasan mengenai sejarah 🙂

comments user
adrian

keren

comments user
Jovita Felicia Abigail

kerennn

Post Comment