Loading Now

The Vision Behind Smart Glasses-Sutherland

I. Pendahuluan

Kaca mata, umumnya dipakai sebagai alat optik untuk membantu para penderita yang mengalami kelainan pada penglihatan atau kerap juga digunakan sebagai alat pelindung mata atau sebagai aksesoris semata. Seiring berkembangnya zaman dari dan teknologi tepatnya pada 16 Mei 1938, lahirlah sesosok ilmuan komputer Ivan Sutherland yang telah mempublikasikan banyak penemuan terutama mengenai kontribusinya terhadap grafik komputer. Bapak ini kerap dijuluki “father of computer graphics”. Ia kerap dikenal atas penemuannya mengenai Sketchpad, juga Virtual Reality (VR) (Pertama kali dipublikasikan pada tahun 1968), bersama muridnya Bob Sproull.

Sutherland The Vision Behind Smart Glasses-Sutherland

Ivan Edward Sutherland

Realitas Virtual yang akan kita bahas kali ini umumnya kerap di sangkut pautkan dengan penemuan teknologi masa depan yang canggih. Coba, apa yang kamu pikirkan saat pertama kali mendengar kata Virtual Reality? Jika kita mendengar kata Virtual Reality yang terbenak dalam pikiran kita pertama kali adalah kaca mata yang biasa digunakan para ilmiah dalam mengembangkan suatu penemuan yang dapat menampilkan konten digital seperti suatu animasi baik 2D mapun 3D, text, gambar atau video. Atau seperti halnya dalam film fiksi ilmiah dimana teknologi ini berperan dalam menambah kekuatan suatu karakter?? Yap mungkin saja sihhh, tetapi setelah melakukan beberapa riset mengenai Smart Glasses, diharapkan artikel ini bisa membantu teman-teman sekalian untuk menambah wawasan mengenai dunia Augmented/Virtual Reality yang satu ini.

II. Apasih yang dimaksud dengan Smartglasses?

Smartglasses merupkan perangkat wearable yang dilengkapi dengan teknologi augmented reality (AR) yang menggunakan indra penglihatan secara langsung untuk menampilkan element virtual kedunia nyata. Kaca mata ini menggabungkan beberapa beberapa teknologi canggih dalam satu media yaitu kaca mata yang membuatnya menjadi lebih simpel dan efisien.

Pada 1965-Ivan Sutherland menggambarkan konsep “Ultimate Display” yang dapat mensimulasikan kenyataan seolah olah sang pengguna menyaksikan suatu dunia realitas secara lansung. Menurut artikel tersebut ”The Ultimate Display’‘ Shuterland mengatakan bahwa kita itu hidup di dunia fisik/nyata bukan? namun beliau percaya di masa yang akan datang kehadiran grafis komputer ini akan memiliki pengaruh besar dalam interaksi manusia dengan mesin. Masih bingung? intinya dengan adanya keajaiban dari si komputer ini lah yang bakalan nyihir kita seolah olah kita lagi ada di dunia yang lain, kurang lebih seperti itu. Di artikel Shuterland tersebut di jelaskan bahwa awalnya komputer hanya bisa menampilkan titik(dots), akhirnya berkembanglah menjadi layar dengan garis dengan bentuk sederhana. Gak kebayangkan apa coba fungsi komputer kalo bisanya cuman menampilkan sebilah garis? tetapi ia dapat meramal bahwa di masa depan nantinya dari layar ini bisa mengeluarkan warna juga komponen komponen yang kerenlah pokoknya (*dan ternyata beneran deh di zaman sekarang impian beliau sudah terwujudkan). Abis itu dia juga ngebayangin kalau nantinya tampilannya menunjukan gaya fisika yang tak biasa(diluar jangkauan fisika dasar), terus ngeluarin audio bahkan dunia digital yang bisa berubah sesuai yang kita pengenin. Nahhh ada dua nih yang menjadi tujuan cikal bakal penemuan-penemuan Shuterland yaitu VR(Virtual Reality) juga AR(Augmented Reality).

image-1024x578 The Vision Behind Smart Glasses-Sutherland

sword of damocles

Menurut artikel tersebut ”The Ultimate Display’‘ Shuterland mengatakan bahwa kita itu hidup di dunia fisik/nyata bukan? namun beliau percaya di masa yang akan datang kehadiran grafis komputer ini akan memiliki pengaruh besar dalam interaksi manusia dengan mesin. Masih bingung? intinya dengan adanya keajaiban dari si komputer ini lah yang bakalan nyihir kita seolah olah kita lagi ada di dunia yang lain, kurang lebih seperti itu. Di artikel Shuterland tersebut di jelaskan bahwa awalnya komputer hanya bisa menampilkan titik(dots), akhirnya berkembanglah menjadi layar dengan garis dengan bentuk sederhana. Gak kebayangkan apa coba fungsi komputer kalo bisanya cuman menampilkan sebilah garis? tetapi ia dapat meramal bahwa di masa depan nantinya dari layar ini bisa mengeluarkan warna juga komponen komponen yang kerenlah pokoknya *dan ternyata beneran deh di zaman sekarang impian beliau sudah terwujudkan. Abis itu dia juga ngebayangin kalau nantinya tampilannya menunjukan gaya fisika yang tak biasa(diluar jangkauan fisika dasar), terus ngeluarin audio bahkan dunia digital yang bisa berubah sesuai yang kita pengenin.

III. Tingkatan-tingkatan Smart Glasses

Mengutip dari artikel https://medium.com/antaeus-ar/introduction-to-smart-glasses-2024-tech-review-d871e7d95cb8. Smart Glasses ditingkatkan berdasarkan 5 level, semakin meningkat levelnya maka fungsi dan keunggulannya akan semakin menigkat. Dari tinggkatan terendah biasanya Smartglasses hanya digunakan sebagai Phone Aksesoris atau POV Camera juga telefon, biasanya para penggunanya ini sering sekali kita lihat di media media sosial. Level Satu, pada tahapan ini SmartGlasses sudah mulai di perlengkapi dengan akses menuju AI, contohnya seperti produk yang berasal dari Amazon Echo Frame yang menggunakan teknologi memanggil Alexa AI saat ingin bertanya mengenai suatu objek yang dilihat sang pengguna. Level Kedua Smartglass semakin di perlengkapi dengan HUD yaitu tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk mengalihkan pandangan dari sudut pandang mereka yang biasa, kaca mata ini juga dapat terhubung dengan pc. Level Ketiga, sebelumnya terdapat teknologi seperti Augmented Reality, sekarang objek tersebut dilengkapi dengan keberadaan Virtual Reality didalamnya seperti video movie dan game. Level Keempat, kemampuan AR disini semakin menigkat, bahkan bisa hand tracking loh. Level Kelima ini merupakan teknologi yang paling ditunggu tunggu yaitu VR/AR/MR Headsets, pada bagian sinilah mereka layak di klasifikasikan, dalam dunia virtual, penemuan Shuterland lah yang masih menempati peringkat terutama.

Lagi-lagi Mahasiswa Harvard, sempat viral di media sosial bahwa mereka berhasil membuat Smartglasses yang di lengkapi dengan vitur seperti mendeteksi siapa saja manusia yang terintas di kacamata yang uniknya desain kacamata tersebut kelihatannya seperti layaknya kacamata normal. Mulai dari nama panjang, alamat orang tersebut, intinya biodata seseorang yang berhasil di detesksi oleh Smartglasses, bukannya luarbiasa penemuan anak yang satu ini?.

IV. Kesimpulan

Smartglasses jika dipelajari semakin mendalam pasti akan sangat menyenangkan, menurutku ini akan menjadi topik pembahasan menarik diantara anak-anak yang memiliki ketertarikan mengenai dunia digital maupun anak artistik, semoga kedepannya bangsa kita tidak lagi hanya berburu gas elpiji sambil menggerang-gerang, melainkan berinovasi menciptakan masa depan bangsa yang cermelang asikkkk. Sekian lah dari artikel ini, byeee!!!.

Refrensi :
  • Author : Ruth Katerina Tobing
Bagikan

Post Comment