Loading Now

Banjir di sumatra

˙✧˖°📷 ༘pendahuluan。˚𓇼🫧 :

Kalian tau tidak kalau di sumatra lagi terkena bencana , yaitu bencana banjir yang sangat membahayakan , banyak sekali warga yang terkena banjir di sumatra ini meningal dunia , ada yang hanyut karna arus yang sangat kencang pas terkena banjir , dan ada juga yang tengelam karna air banjir yang sangat tinggi , ada 212 korban jiwa yang meninggal , dan orang yang hilang 72 orang .

image-3-1024x683 Banjir di sumatra

Penyebabnya banjir di sumatra ini disebabkan oleh gabungan curah hujan ektrem ( mencapai 150 – 300 mm) akibat siklon tropis senyar di selat malaka , kerusakan ekosistem hulu ( alih fungsi lahan ) dan pola la niña .

Apa itu la Niña ?
(˚ˎ 。7 ?
|、˜〵
じしˍ,)ノ

La Niña  fenomena iklim kebalikan dari El Niño, ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik timur dan tengah di bawah kondisi normal.˖°𓇼🌊⋆🐚🫧

image-15-1024x577 Banjir di sumatra

Orang – orang yang terkena banjir di suruh ngungsi ke tenda-tenda yang sudah di berikan oleh pemerintah , banyak bantuan – bantuan sembako & makan – maknan untuk orang – orang yang terkena banjir , masi ada lebih dari 165.000 korban banjir sumatra masih bertahan di lokasi pengusian yang tersebar di sumatra utara , aceh , dan sumatra utara , selain warga – warga yang mengungsi di tenda – tenda , ada juga warga yang masih di rumah kerabatan , tanpa mendapatkan sembako , makanan , atau pun uang dari pemerintah . Padahal warga yang ngungsi di rumah kerabatan sangat membutuhkan uang , sembako , dan dll sebagainya.

image-11 Banjir di sumatra

Banyak sekali rumah – rumah warga yang hancur dan tenggelam karena adanya kedalaman air banjir yang sangat tinggi.

。𖦹°‧⭑.ᐟApa itu banjir ? 。𖦹°‧⭑.ᐟ

Banjir merupakan salah satu bencana hindrometelogi yang sering terjadi di berbagai wilayah , terutama di negara beriklim troplis seperti indonesia , banjir adalah peristiwa meluapnya air ke wilayah dataran yang kering . Banjir dapat terjadi secara tiba – tiba atau bertahap dan dapat berlangsung dalam waktu singkat ataupun waktu yang lama .

Banjir Luapan Air => Fenomena ini biasanya disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, karena meluapnya sungai, sistem drainase yang buruk, atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut. Daerah yang rendah, padat bangunan, dan minim ruang terbuka hijau menjadi langganan banjir.

Rob: Air Laut yang Menjajah Daratan => Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum , baik karena pasang , badai , maupun perubahan iklim.

Genangan => Genangan air adalah akumulasi air yang menutup permukaan tanah dalam jumlah dan durasi tertentu , namun bersifat sementara dan tidak selalu terkait dengan banjir besar.

⋆˚࿔ Riwayat banjir di sumatera 𝜗𝜚˚⋆

Sumatra barat pun mengalami siklus becana yang keras , seperti banjir bandang di maninjau , agam , dan tanah datar ; galodo besar 2011 di padang pariaman ; hingga banjir bandang 2024 – 2025 yang menyapu rumah , ladang , dan jalan lintas . Sementara itu , sumatera utara mengalami banjir besar hampir setiap tahun sejak 2010. Daerah medan , Deli serdang , hinga langkat hidup dalam ” normal baru ” benca banjir akibat kepadatan kota yang tidak seimbang dengan kapasitas drainase . semua tren ini menunjukkan bahwa pola bencana di sumatera semakin kompleks karena interaksi antara keretanan ekologis dan tekanan pembangunan

image-23-1024x487 Banjir di sumatra

Banjir sumatra pada Serangkaian bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang menerjang wilayah utara dan tengah Pulau Sumatra pada akhir November 2025. Bencana ini utamanya berdampak pada tiga provinsi: AcehSumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi cuaca ekstrem selama beberapa hari telah memicu banjir dan longsor, dengan wilayah yang paling terdampak yaitu: Aceh TamiangAgamSibolgaTapanuli UtaraTapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.[4][5]

Curah hujan yang ekstrem memicu bencana ini, namun para ahli dan organisasi masyarakat sipil menilai tingkat kehancuran yang masif merupakan hasil dari kombinasi cuaca buruk dengan kerentanan ekologis akibat degradasi hutan di wilayah hulu. Setidaknya 1.204 orang tewas dan 140 orang lainnya masih hilang .

🫧𓇼𓏲*ੈkesimpulan✩‧₊˚🎐

Disimpulkan sebagai kombinasi ekstream cuaca atau curah hujan , kondisi geografis , dan kerusakan ekositem di hulu / pangkal , bencana ini melumpuhkan infrakstur , merusak pertanian , dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi , menuntut penanganan mendesak pada pemuliahan hutan dan evuluasi tata kola lahan , kebijakan jangka panjang harus di fokuskan pada mitigasi bencana berbasis,ekosistem dan penghutanan infrastruktur pengungsian.

Bagikan

Post Comment