Loading Now

Peran Perempuan dan Ekonomi Rumah Tangga di Era Depresi Besar

Sejarah

Semuanya diawali dari Perang Dunia I (1914-1918), dimana 4.8 juta pria berumur 18-45 tahun diwajibkan untuk melayani bangsanya dalam wajib militer yang diantara 2 jutanya adalah sukarelawan. Banyak dari mereka sudah memiliki istri dan anak yang terpaksa harus ditinggalkan demi kepentingan negara sebagai prajurit.

Perempuan yang awalnya berperan sebagai ibu rumah tangga, sekarang menggantikan kekosongan peran pria dalam berbagai bidang seperti; bidang agrikultur, bidang industri, pegawai negeri sipil, dan masih banyak lagi. Peran gender tiba-tiba berubah secara signifikan yang sangat memengaruhi kondisi ekonomi pada era tersebut. Dampak positifnya adalah:

1. Kemandirian ekonomi

Karena mereka mengisi pekerjaan laki-laki di sektor pabrik, kantor, dan pertanian untuk mendukung perang sehingga meningkatkan independensi dalam finansial pribadi, yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan.

2. Dampaknya dalam gerakan hak pilih perempuan

Perempuan mengerjakan dan melakukan pekerjaan pria dari berbagai industri hingga pekerjaan pria di garis depan, yang menunjukan kapabilitas perempuan yang lebih dari pekerjaannya sebelumnya dalam pandangan masyarakat tradisional. Hal ini mendorong perempuan untuk menuntut kesetaraan yang telah mereka buktikan di era perang dunia ini. Gerakan ini meraih kemenangan di berbagai negara seperti Russia di tahun 1917 setelah demonstrasi besar-besaran, Jerman dan Inggris di tahun 1918, dan yang terakhir melakukannya adalah Amerika di tahun 1920.

3. Dampak jangka panjang

Dampaknya adalah perubahan pandangan masyarakat terhadap peran perempuan yang berubah secara drastis dan cepat, membuka lapangan yang luas bagi perempuan dan membuka berbagai jalur penting dalam perubahan hak-hak perempuan.

Depresi Besar

200505150204-02-great-depression-restricted-1024x689 Peran Perempuan dan Ekonomi Rumah Tangga di Era Depresi Besar

Kemudian terjadilah krisis ekonomi yang terjadi di amerika pada tahun 1929 yang merambat ke seluruh dunia. Angka pengangguran meningkat, banyak suami kehilangan pekerjaannya. Sehingga perempuan harus mengambil alih pekerjaan rumah tangga sekaligus pekerjaan formal untuk menafkahi keluarga mereka. Pekerjaan mereka mencakup pekerjaan pabrik, pembantu rumah tangga, guru, juru ketik, dan kasir. Mereka juga mengatur semua aspek ekonomi rumah tangga, mulai dari menyusun anggaran dalam membuat makanan, memanfaatkan sumber daya yang terbatas di masa itu.

Meskipun mereka mengambil pekerjaan laki-laki, perempuan masih memiliki upah yang sangat sedikit dibandingkan laki-laki di masa itu. Yaitu 56% dari upah laki-laki di bidang tersebut.

Perempuan yang bekerja di berbagai sektor pekerjaan juga membantu kestabilan industri dan ekonomi sehingga membebaskan negara dari era depresi besar.

Peran dalam aktivisme dan politik

Karena harga makanan yang meningkat terus menerus, banyak perempuan membuat gerakan-gerakan seperti boycotting merek makanan dan toko-toko tertentu dan aktivitas perkebunan untuk menghindari konsumerisme. Di waktu yang sama Frances Perkins menjadi anggota kabinet pertama di amerika sebagai menteri tenaga kerja yang mengadvokasi hak-hak pekerja, termasuk pekerja-pekerja perempuan.

Kesimpulan

Perempuan memainkan peran yang sangat penting tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi di berbagai bidang lainnya, mereka memainkan peran yang sangat penting sebagai penopang emosional keluarga di tengah-tengah era yang mengkhawatirkan bagi banyak keluarga. Mereka menjadi ‘tulang punggung’ bagi keluarga mereka dengan bekerja di dua bidang sekaligus, berperan dalam mendidik anak-anaknya hingga menghidupi mereka dari sisi ekonomi.

Daftar pustaka:

https://en.wikipedia.org/wiki/Great_Depression#Role_of_women_and_household_economics

https://en.wikipedia.org/wiki/Selective_Service_Act_of_1917

https://www.kompasiana.com/putriwulandari8013/65449e4aedff7605e35f2f02/dampak-perang-dunia-1-2-terhadap-ekonomi-dunia

https://medium.com/@ramaanindyaa/peran-perempuan-dalam-perang-dunia-i-73a80e22b878

https://www.liputan6.com/global/read/4339178/26-8-1920-perempuan-as-mulai-miliki-hak-pilih-dalam-pemilu-setelah-70-tahun-dibungkam?page=4

Bagikan

1 comment

comments user
Rurisa Hartomo

Wah keren ….tulisan yang menarik dari generasi Alpha yang mengangkat topik perempuan. Perempuan tidak hanya menjadi penopang emosional dalam keluarga tetapi juga dapat berdaya dari sisi ekonomi. Ditunggu tulisan selanjutnya ya. Mungkin bisa diangkat tema bagaimana dampak sosial atau psikologis terhadap perempuan yang multi peran ini.

Post Comment